<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862</id><updated>2011-07-29T16:41:40.654+07:00</updated><category term='bisnis'/><title type='text'>alam tulisan</title><subtitle type='html'>bacalah dengan menggunakan seluruh panca indra kalian maka kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-6897595751574758402</id><published>2010-07-22T11:34:00.003+07:00</published><updated>2010-07-22T11:43:22.849+07:00</updated><title type='text'>pertemuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;pertemuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dua insan akan bertemu pada segara kehidupan dan memadu kasih untuk saling menunaikan sunnatulloh. ketika mata menatap begitu dalam dengan tujuan berbeda, terdapat kehendak lain yang diperuntukkan bagi mata yang menatap itu. sejurus kemudian datanglah keinginan untuk mengenal lebih dalam kepada sosok yang baru di lihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembicaraan tentang sosok tak dikenal pun itu berlanjut. dalam pembicaraan yang panjang dan berliku berakhirlah dengan sebutan pada sosok itu "ka' manis". Pembicaraanpun berlanjut dengan tantangan untuk berhubungan lebih dekat, istilah teman pun bertengger pada ka' manis dan insan yang dipanggil dengan sebutan cahaya atau lebih enak sang fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan tanpa sengaja terjadi, entah dengan ranah apa sehingga dua insan yang tak saling kenal bertemu. Pertemuan muka dengan muka, kulit dengan kulit, tangan dengan tangan. Pertemuan singkat penuh gejolak itu membuat insan cahaya semakin merona. menindaklanjuti kedalam alam maya, yang berupa nomer ajaib. Nomer telepon pun didapat,keduanya saling menyapa, saling bertukar informasi, saling perhatian sampai pada tahap dimana semua orang kan datang padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dwi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-6897595751574758402?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/6897595751574758402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/07/pertemuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/6897595751574758402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/6897595751574758402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/07/pertemuan.html' title='pertemuan'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-8766538664873089400</id><published>2010-07-05T11:25:00.004+07:00</published><updated>2010-07-05T14:09:13.791+07:00</updated><title type='text'>kecerdasan buatan = aplikasi cerdas dalam sistem</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;      Dalam kehidupan manusia ternyata tidak ada istilah "bodoh". semua manusia diciptakan dalam keadaan cerdas. Lihatlah dan ingatlah saat anda berada dalam masa studi. Lihat sekeliling ruang kelas, pasti ada diantara para penuntut ilmu itu kategori mampu di bidang a tidak mampu di bidang a dan kategori lain. setiap dari mereka memiliki kriteria tersendiri, bahkan sampai diantara guru ada yang menjustice seorang siswa dengan menganggap dia murid yang bodoh, malas dan sebagainya.&lt;br /&gt;       Sebenarnya kalau dilihat lebih teliti lagi kemampuan masing-masing individu ternyata memiliki perbedaan tingkatan. ada yang cepat mengerti dalam hal akademik tetapi kurang beradaptasi terhadap  hal-hal yang teknis seperti olahraga, dan hal lain yang melibatkan kerja fisik dan ketrampilan atau bahkan sebaliknya. tetapi ada juga yang unggul keduanya. dari kenyataan tersebut kita sebagai manusia sebernarnya diciptakan dalam keadaan mampu untuk beberapa hal dan lemah untuk beberapa hal.&lt;br /&gt;       Dari beberapa gambaran diatas, konsep kecerdasan buatan yang ada pada dunia information technology menirukan kinerja otak dalam hal menyerap dan mengolah data menjadi informasi dan knowledge.Dalam kecerdasan buatan dikatakan terdapat perbedaan antara data,informasi dan knowledge. masing-masing memiliki kapabilitas dan dayaguna yang berbeda. apabila suatu input hanya dalam bentuk kata benda, sifat, keterangan tanpa adanya pengolahan lebih lanjut itu dikatakan sebagai data. lain halnya dengan informasi, data yang telah diolah sehingga memiliki nilai dan manfaat yang sesuai. untuk knowledge sendiri adalah penggunaan data dan informasi secara berkala dan terus menerus sehingga menjadi bagian dari sebuah sistem, untuk mencapai tujuan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi sistem.&lt;br /&gt;        Konsep cerdas yang ada pada manusia diterapkan pada sebuah sistem menghasilkan sebuah artificial intelligence. memasukkan sesuatu input kedalam sebuah sistem dan data tersebut disimpan pada knowledge base.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-8766538664873089400?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/8766538664873089400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/07/kecerdasan-buatan-aplikasi-cerdas-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/8766538664873089400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/8766538664873089400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/07/kecerdasan-buatan-aplikasi-cerdas-dalam.html' title='kecerdasan buatan = aplikasi cerdas dalam sistem'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-3917272801984679502</id><published>2010-02-23T14:49:00.003+07:00</published><updated>2010-02-23T16:32:11.546+07:00</updated><title type='text'>cerdas</title><content type='html'>hari ini ijinkan saya untuk mengupload sesuatu yang remeh, tapi perlu dijalankan oleh banyak orang. konsep cerdas adalah suatu konsep dimana seorang manusia memerlukan pemikiran yang tidak mudah. pemikiran yang menggunakan segala hal atau sesuatu disekitar kita untuk kebaikan kita bersama. yaitu cerdas memiliki konsep menggunakan segala daya upaya yang ada didirinya maupun disekitarnya dengan bijaksana dan tepat guna untuk kesejahteraan. pada Al-qur'an dijelaskan bahwa konsep &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerdas adalah kematangan berpiki&lt;/span&gt;r.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari kematangan tersebut timbullah sebuah pemikiran yang kreatif dan inovatif serta bijaksana dalam menyikapi segala hal. cerdas dalam pengertian tersebut, berarti menggunakan segala data, informasi menjadi pengetahuannya. dan dengan pengetahuannya itulah timbul hasil karya untuk bertahan hidup dan dapat hidup. sehingga apabila suatu saat nanti dipertanyakan mengenai tanggung jawab dari benda / hal yang dimiliki, kita dapat memertanggungjawabkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsep cerdas, sangat diperlukan untuk mengarungi hidup. ilmuwan dimanapun tanpa kecerdasan tidak akan dapat menghasilkan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. contohnya albert einstein yang drop out dari pendidikannya dapat menjadi ilmuwan yang brilian. itu semua terwujud karena konsep cerdas yaitu kemampuan memperdayagunakan sesuatu yang dimiliki dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantas apa kaitan antara cerdas dengan konsep kreatif dan inovatif ?. kedua konsep cenderung memiliki kesamaan tetapi jurang perbedaannya tinggi. maksud loe....?. gini, kreatif itu bagus apabila dalam hal positif, tetapi kreatif dalam hal negatif sangatlah berbahaya. itu bukan bagian dari cerdas. cerdas adalah memperdayagunakan segala pengetahuannya secara bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk bagian manakah anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berpikir....semoga sukses dunia dan akhirat semua...amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-3917272801984679502?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/3917272801984679502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/02/cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/3917272801984679502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/3917272801984679502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/02/cerdas.html' title='cerdas'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-89219055650255228</id><published>2010-02-17T14:13:00.004+07:00</published><updated>2010-02-17T14:29:00.703+07:00</updated><title type='text'>awal menuju sukses</title><content type='html'>sukses...sukses...sukses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang mengatakan ingin sukses, orang mengatakan menginginkan ini itu dan sebagainya. tetapi apakah orang pernah berpikir 'apa kiranya yang diperlukan untuk hidup di dunia kedua alias akhirat ?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses adalah terpenuhinya segala yang diinginkan. kata orang-orang yang tahu konsep sukses. tetapi apakah konsep itu benar adanya ? apakah diperlukan konsep sukses itu...?&lt;br /&gt;sebenarnya disini saya mau mengatakan bahwa hidup di dunia itu haruslah sukses. lantas sukses yang seperti apakah yang harus dipenuhi...? berikut akan saya paparkan alasan kenapa perlu sukses di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau boleh saya mengatakan bahwa Tuhan itu akan memperlakukan kita sebagaimana prasangka kita kepadaNya. Tuhan mencintai segala makhluk ciptaanNya, termasuk alam semesta, makhluk hidup dan mati. terbukti dengan adanya nafas pada badan kita yang selalu mengalir tanpa henti dengan nikmat yang lain. Tuhan memberikan pilihan kepada kita mau dibawa kehidupan kita itu...apakah hidup enak ataukah hidup penuh dengan kesakitan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh memerintahkan untuk sukses dunia dan akhirat. dengan cara berpikir dan berprasangka yang sukses maka kita akan sukses. contohnya aja apabila kita menginginkan kesuksesan maka berprasangkalah bahwa dirimu sudah sukses, maka Tuhan akan memberikan kesuksesan itu. karena janji Alloh pastilah terwujud, keputusan Alloh juga prasangka manusia terhadap Alloh. oleh karena itu Alloh melarang kita untuk berprasangka yang negatif. untuk saat ini pesan yang diambil adalah "berprasangkalah yang baik maka hidupmu akan menjadi baik, karena prasangkamu merupakan doamu" semoga sukses dunia akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-89219055650255228?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/89219055650255228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/02/awal-menuju-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/89219055650255228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/89219055650255228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2010/02/awal-menuju-sukses.html' title='awal menuju sukses'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-2522013823735868579</id><published>2009-06-23T13:11:00.000+07:00</published><updated>2009-06-23T13:28:03.203+07:00</updated><title type='text'>Hutang Oksigen dan air</title><content type='html'>&lt;p&gt;   Begitulah kalimat pertama yang tercantum dalam ensiklopedi ilmu pengetahuan, berdasarkan fakta itulah saya tertarik dengan 'hutang oksigen'. dari peryataan itu timbullah pertanyaan dalam diri, apa maksud dari 'hutang oksigen' ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   Setelah membaca lebih lanjut, dan dikaitkan dengan pengalaman yang telah terjadi baik pada diri sendiri maupun orang lain(teman, keluarga, tetangga...dll). Dapat diambil kesimpulan bahwa tubuh kita memang benar-benar berhutang oksigen sebanyak satuan liter, tentunya bergantung pada berat tidaknya aktifitas yang dilakukan tubuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   Penjelasan lebih lanjut, tubuh pada saat melakukan kegiatan semisal olah raga yang berat mengambil tenaga dari kegiatan otot, alias &lt;em&gt;ngutang&lt;/em&gt; tenaga pada otot. Dan setelah aktifitas selesai maka tubuh akan memerlukan oksigen untuk menormalkan kembali kondisi tubuh agar stabil. dengan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, tubuh akan menggantikan komponen energi pada otot yang telah kita pakai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   Apabila keadaan telah kembali normal, tubuh yang telah melakukan kegiatan cukup berat pasti mengalami rasa pegal-pegal, capek, &lt;em&gt;njarem&lt;/em&gt; orang jawa mengatakan begitu. hal itu dikarenakan otot masih belum sempurna kembali kepada kondisi normal karena kekurangan asam laktit akibat aktifitas yang terlalu berat. Lantas, bagaimana cara menanggulanginya ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para atlit tidak memerlukan hanya sekedar air tetapi juga garam. maksudnya dengan meminum air untuk menghilangkan rasa haus juga dicampuri dengan garam pada air minumnya. garam tersebut digunakan untuk menggantikan zat yang ada pada otot yang hilang agar tidak kondisi otot kembali normal.Jadi dapat disimpulkan bahwa, setelah berolahraga atau melakukan kegiatan yang berat silahkan mengambil nafas yang panjang untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya serta meminum air bercampur garam atau mandi air hangat dengan dicampur garam sedikit. selamat mencoba&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   Sementara info kesehatan sampai disini dulu, apabila ada kesalahan dalam penyampaianya, baik mengenai kosakatanya maupun ada kekurangan dalam ilmunya.mohon memberikan pembetulan dan saran atau komentar..terima kasih..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-2522013823735868579?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/2522013823735868579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/hutang-oksigen-dan-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/2522013823735868579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/2522013823735868579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/hutang-oksigen-dan-air.html' title='Hutang Oksigen dan air'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-868178943391465557</id><published>2009-06-17T14:34:00.000+07:00</published><updated>2009-06-17T14:40:33.272+07:00</updated><title type='text'>pemilu presiden 2009</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pemilu presiden 2009 adalah pilihan hati nurani rakyat, bukan berdasarkan uang yang diterima rakyat ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;benarkah begitu, kurasa jawabannya ada pada individu bangsa ini. dengan berbagai keadaan yang menyelimuti sifat dan sikap calon presiden RI 2009, mulai dari yang memiliki nomer urut 1 sampai dengan 3 semua termasuk pemimpin  yang tangguh dan cakap dibidangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi apakah dengan ketangguhan itu mampu menata kembali kehidupan Indonesia yang menuju percaturan global dengan tantangannya yang luar biasa.?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk analisa sifat calon presiden silakan baca di http://www.dwlive.wordpress.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-868178943391465557?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/868178943391465557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/pemilu-presiden-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/868178943391465557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/868178943391465557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/pemilu-presiden-2009.html' title='pemilu presiden 2009'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-3275188541817652332</id><published>2009-06-09T12:07:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T12:08:09.763+07:00</updated><title type='text'>ASURANSI</title><content type='html'>Manusia berencana, namun Tuhan juga yang menentukan. Ungkapan ini sepertinya sudah lazim kita dengar dan mungkin juga sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika kita cermati, ungkapan ini sebetulnya mengandung satu pesan tersembunyi: hidup ini penuh dengan risiko. Apa saja? Banyak sekali, Bapak-Ibu. Dari risiko paling kecil, seperti tepeleset di kamar mandi, sampai risiko kehilangan harta benda, anggota tubuh, bahkan nyawa. &lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, apakah kita sebaiknya pasrah saja, atau justru melakukan persiapan terbaik untuk berjaga-jaga seandainya risiko itu tiba. Sebagai perencana keuangan, tentu saja saya menyarankan pilihan terakhir. Bukan maksud saya mengajak Anda untuk berpikir pesimis, tapi sebaliknya justru mengajak Anda berpikir jauh ke depan. Ada banyak tujuan di depan sana yang masih ingin Anda capai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya Anda juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah risiko yang mungkin saja terjadi. &lt;br /&gt;Salah satu antisipasi risiko yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengambil sejumlah asuransi. Berikut ini saya akan memberitahukan berbagai risiko yang mungkin terjadi pada Anda, dan asuransi untuk mengantisipasinya. &lt;br /&gt;Kematian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko kematian bisa terjadi kapan saja tanpa terduga. Bila yang meninggal adalah sebatang kara, tentu tak terlalu masalah. Repotnya kalau yang meninggal itu masih punya tanggungan anak-anak atau anggota keluarga lain. Bagaimana jadinya nasib mereka? Dari mana mereka bisa makan dan membayar uang sekolah? &lt;br /&gt;Bila Anda saat ini mempunyai orang lain yang hidupnya Anda tanggung, tentunya pengambilan asuransi jiwa patut dipertimbangkan. Bila ada asuransi jiwa, maka orang yang Anda tinggalkan akan mendapatkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa dia pakai untuk membiayai hidupnya. Jadi, ada pihak ketiga yang akan "menjaga" orang yang Anda tinggalkan. &lt;br /&gt;Ada banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan ini. Semuanya berusaha memberikan layanan terbaik dengan berbagai bujukan lainnya. Anda tak perlu buru-buru menutup diri atau memilih. Gunakan waktu Anda untuk menyeleksi perusahaan mana yang memberikan tawaran dan pelayanan terbaik. &lt;br /&gt;Kecelakaan &lt;br /&gt;Di mana pun Anda berada, risiko kecelakaan pasti akan tetap saja ada. Anda naik pesawat, kereta api, kapal laut, peluang sekecil apa pun selalu ada. Bahkan ada kejadian orang sedang berjalan di lapangan terbuka tiba-tiba kejatuhan pesawat terbang. Pernah pula ada bus nyelonong menabrak rumah dan mencelakai penghuninya yang sedang tidur. &lt;br /&gt;Apa yang terjadi kalau Anda mengalami kecelakaan? Anda biasanya akan dibawa ke rumah sakit. Anda juga akan menginap kalau luka-luka Anda perlu perawatan cukup lama. Akibat terburuk, Anda cacat. Bisa jadi salah satu organ atau anggota tubuh Anda tidak berfungsi. Akibatnya, Anda tidak bisa lagi bekerja dan mendapatkan penghasilan. &lt;br /&gt;Karenanya, Bapak-Ibu, untuk mengantisipasi risiko ini ambil saja asuransi kecelakaan. Asuransi kecelakaan memberikan uang pertanggungan bila Anda mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat inap di RS, mengalami cacat, atau bahkan kematian. Sama seperti asuransi kematian, ada banyak perusahaan yang menawarkan asuransi kecelakaan. Umumnya mereka memberikan premi yang terjangkau. &lt;br /&gt;Sakit &lt;br /&gt;Sakit itu mahal. Kalau Anda sakit, paling tidak Anda harus pergi ke dokter sehingga ada biaya konsultasi yang harus Anda bayar. Belum lagi obat dan kalau dirawat inap di RS. Iya kalau uangnya ada. Kalau tidak? Beberapa RS saja sekarang meminta uang muka sebelum Anda masuk dirawat. Belum lagi kalau Anda harus dioperasi. &lt;br /&gt;Untuk berjaga-jaga dari situasi ini, Anda bisa mengambil asuransi kesehatan. Dibanding beberapa tahun lalu, sekarang sudah makin banyak perusahaan asuransi menjual produk ini. Ada produk yang memberikan penggantian RS saja, atau penggantian RS plus penggantian rawat jalan, plus obat juga. Sekarang, tinggal Anda saja yang menentukan pilihan paling sesuai dengan kebutuhan Anda. &lt;br /&gt;Musibah atas Rumah &lt;br /&gt;Belakangan ini kita sering menyaksikan berita terjadinya kebakaran. Baik itu pasar, kantor, maupun pemukiman. Nah, kalau musibah itu menimpa rumah yang Anda tempati sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi. Repotnya, tidak semua orang memiliki cukup uang untuk membangun kembali rumahnya yang terkena musibah, sehingga banyak yang akhirnya harus menumpang di rumah saudara, atau lebih apes lagi di tenda-tenda darurat. Untuk jenis musibah macam ini juga tersedia asuransinya. Biasanya dengan harga cukup terjangkau. &lt;br /&gt;Musibah atas Kendaraan &lt;br /&gt;Anda punya mobil atau sepeda motor? Kendaraan Anda juga memiliki kemungkinan mengalami kecelakaan. Sekarang ini saja kalau menyetir, hampir bisa dipastikan ada saja kendaraan lain memepet-mepetkan kendaraannya ke kendaraan saya. Dan itu terjadi hampir setiap hari, terutama di kota-kota besar. Bahkan sudah mengemudi dengan sangat hati-hati pun masih bisa jadi korban akibat ulah pengemudi lain yang tak kenal aturan. &lt;br /&gt;Bila risiko terjadi kecelakaan memang cukup besar, tak ada salahnya mengambil asuransi kendaraan. Terlebih lagi bila kendaraan itu menunjang Anda dalam mencari nafkah. Bila Anda asuransikan, saat terjadi kerusakan maka perusahaan asuransi-lah yang akan menanggungnya. &lt;br /&gt;Kesimpulannya, ada berbagai asuransi yang Anda prioritaskan. Selanjutnya Anda bisa menentukan, apakah perlu mengambil beberapa saja atau memang memerlukan semuanya. Andalah yang tahu persis kondisi diri Anda. Selamat berasuransi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-3275188541817652332?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/3275188541817652332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/asuransi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/3275188541817652332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/3275188541817652332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/asuransi.html' title='ASURANSI'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-2368661077895701343</id><published>2009-06-09T11:58:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T12:01:08.397+07:00</updated><title type='text'>kutipan ringkasan kitab Manhaj Haraki</title><content type='html'>  I.   Pendahuluan&lt;br /&gt;Artikel ini merupakan bagian pertama dari serial ringkasan kitab Manhaj Haraki: Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi SAW. Kitab ini adalah salah satu karya besar Syaikh Munir Muhammad Ghadban, seorang tokoh pergerakan yang juga dosen di Universitas Ummul Qura’ Saudi Arabia dan Jami’ah Al Iman Yaman. Kitab Manhaj Haraki ini mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi SAW dengan kejadian mutakhir yang dihadapi oleh gerakan Islam kontemporer. Tahap demi tahap dikupas dengan memikat, lalu diproyeksikan dalam iklim da’wah Islam saat ini.&lt;br /&gt;Kitab ini, selain memberikan gambaran peristiwa di zaman Nabi SAW yang dikaitkan dengan kondisi da’wah Islam kontemporer, juga menyajikan sisi lain pengalaman penulis yang sudah malang melintang di dunia da’wah Islam kontemporer. Sisi lain inilah yang membuat kitab ini lebih hidup, bukan sekedar menyajikan “keasyikan intelektual” belaka.&lt;br /&gt;II.   Sejarah Perjuangan Nabi dan Relevansinya Dalam Da’wah Islam&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yusuf : 111).&lt;br /&gt;Penderitaan bangsa-bangsa di dunia sekarang ini, bukan sekedar disebabkan karena tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam mereka. Yang lebih parah lagi adalah karena mereka tidak punya kebanggan masa lalu. Bangsa seperti ini tidak memiliki motivasi untuk bangkit dan memperbaiki nasibnya. Akhirnya, jiwa budak dan peran pelengkap penderita akan membelenggu mereka.&lt;br /&gt;Umat Islam sebenarnya memiliki sejarah peradaban masa lalu yang sangat agung. Terutama perjalanan sejarah Nabi SAW yang penuh berkah dan hikmah.  Kebanggaan terhadap Islam dan sejarahnya, saat ini merosot drastis karena imperialisme barat yang menjauhkan umat dari sejarah masa lalunya dan menanamkan kebangaan jahiliyah terhadap generasi mudanya.&lt;br /&gt;Tiga buah kajian yang sering dikaji di masyarakat Indonesia umumnya berkisar tentang aqidah, fiqih dan akhlak. Kajian aqidah membahas tentang hubungan manusia kepada Rabb-nya dan menyadarkan kewajiban selaku hamba di depan Penciptanya. Kajian fiqih umumnya membahas masalah ibadah dan hal-hal yang terkait dengannya. Kajian akhlak berorientasi tasawuf. Kendati ada pembahasan bentuk-bentuk akhlak yang sederhana (sesuai Sunnah), tetapi jumlahnya amat jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada mata rantai yang terputus. Ketiga kajian ini jelas kekurangan satu hal pokok, yakni “mata rantai yang menghubungkan mereka dengan Rasulullah, bahkan dengan nabi-nabi sebelumnya.” Ini disebabkan karena kurangnya kajian tentang sejarah perjuangan Nabi SAW dan sejarah Islam yang berdasarkan kesadaran ilmiah. Padahal saat sirah Nabi SAW dikaji, umat Islam akan mewarisi semangat masa lampau Islam yang sangat kaya dan menumbuhkan militansi. Putusnya mereka dengan sirah Nabi memunculkan lemahnya ghirah (semangat) dan ruhul jihad (ruh perjuangan).&lt;br /&gt;Beberapa keutamaan mengkaji sirah Nabi SAW antara lain :&lt;br /&gt;1.      Sirah menjadi modal utama kebangkitan umat Islam&lt;br /&gt;Pemahaman dan penghayatan sejarah masa lampau adalah sebuah kemestian bagi pembangunan suatu umat. Tatkala Allah mengutus Nabi Musa a.s. kepada Bani Israil yang telah sangat lemah mentalnya dan rusak kepribadiannya, Allah membekali dengan suatu perintah,&lt;br /&gt;“Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, ‘Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang yang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain.”&lt;br /&gt;(Al Ma’idah: 20)&lt;br /&gt;Pesan ini merupakan jawaban atas kondisi Bani Israil saat itu yang telah melupakan sejarah bangsanya dan merasa diri mereka sebagai bangsa budak yang selalu terbelenggu dan lupa terhadap keistimewaan-keistimewaan mereka yang tidak terdapat pada bangsa-bangsa lain. Dengan modal penggalian sejarah inilah, Nabi Musa hendak mengangkat harkat dan derajat Bani Israil.&lt;br /&gt;2.      Sirah menjadi modal utama para da’i untuk meneguhkan hati (tsabat)&lt;br /&gt;“Dan, semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Hud: 120).&lt;br /&gt;Tema ayat ini sekaligus menjadi tujuan utama memahami sejarah Nabi SAW. Dari ayat itu, nyata bahwa untuk Rasulullah kisah-kisah yang Allah ungkapkan itu memiliki fungsi yang besar, di antaranya “Ma nutsabbitu bihi fuadak” (apa yang dengannya kami perkuat hatimu). Lalu timbul pertanyaan, mengapa seringkali orang tidak mendapatkan tsabat itu. Sebabnya, ia tidak berada dalam suatu gelombang yang sama dengan Rasulullah dan para sahabat. Kalau sirah ini diibaratkan sebagai suatu seader (pesawat pemancar)siarannya akan ditangkap baik apabila kita memasang gelombang yang sama di receiver (pesawat penerima).&lt;br /&gt;3.      Sirah Nabi SAW adalah prototipe nyata untuk da’wah Islam modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirah Nabi SAW adalah sejarah yang terukur kadar ilmiahnya dan menjadi prototipe nyata untuk da’wah Islam modern. Islam memiliki keistimewaan yang menjadikannya berbeda dari agama lain, yakni kadar ilmiah risalahnya yang terjamin dan terpercaya. Sunnah dan hadits adalah suatu keistimewaan yang luar biasa karena data melalui alur ilmiah yang terpercaya dan pasti. Nash-nash ini hendaknya diceritakan pula oleh da’i yang juga mujahid, yang tidak menghilangkan semangat perjuangan dari sejarah Nabi SAW. Sebabnya adalah, mereka tidak hanya beribadah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, namun juga hidup dan berjuang sebagaimana yang Rasulullah lakukan. Maka, sirah Nabi SAW adalah sebuah keniscayaan khas bagi umat yang senantiasa menegakkan risalah Islam.&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;Kata pengantar Kitab Manhaj Haraki Jilid 1 oleh K.H. Rahmat Abdullah, Penerbit Robbani Press.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-2368661077895701343?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/2368661077895701343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/kutipan-ringkasan-kitab-manhaj-haraki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/2368661077895701343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/2368661077895701343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/kutipan-ringkasan-kitab-manhaj-haraki.html' title='kutipan ringkasan kitab Manhaj Haraki'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-171170709508718780</id><published>2009-06-09T11:10:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T11:52:52.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Dasar Keuangan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;3 RISIKO INVESTASI&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;YANG PALING DITAKUTI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oleh: Safir Senduk &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 746/XIV &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?" Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yang namanya investasi pasti ada risikonya. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi: &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Turunnya Nilai Investasi &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Itu mungkin butuh pembahasan yang khusus di NOVA nomor-nomor mendatang. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: "Apakah uang saya akan hilang?" &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Oke, sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan? &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sulitnya Produk Investasi itu Dijual &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang. &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat berinvestasi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-171170709508718780?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/171170709508718780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/dasar-keuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/171170709508718780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/171170709508718780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/dasar-keuangan.html' title='Dasar Keuangan'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3415398231292415862.post-4262826887859837287</id><published>2009-06-09T09:43:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T09:48:42.463+07:00</updated><title type='text'>coba</title><content type='html'>&lt;p&gt;ini blog ku silakan mencoba melihat-lihat informasi yang saya berikan untuk anda apabila sesuatu terjadi pada saat membaca blog ini, jangan persalahkan saya tetapi persalahkan diri sendiri dosa apa yang ada pada saya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selamat membaca &lt;/p&gt;&lt;p&gt;semoga sukses untuk saudara sekalian&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3415398231292415862-4262826887859837287?l=dwlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwlive.blogspot.com/feeds/4262826887859837287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/coba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/4262826887859837287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3415398231292415862/posts/default/4262826887859837287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwlive.blogspot.com/2009/06/coba.html' title='coba'/><author><name>dwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14437214094037790719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_bbdACHVIRnU/Si3W_D3UAwI/AAAAAAAAAAM/ljojlIOO4qA/S220/101_0027.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
